#LampungKrakatauFest 2016.
LAMPUNG KRAKATAU FESTIVAL 2016 : PERJALANAN MENUJU ANAK KRAKATAU YANG PENUH DRAMA (PART 2)
“Hoaaaam...! *tarik selimut* kak...
sekarang jam berapa nih *sambil kucek-kucek mata cari keberadaan kacamata*”
tanyaku kepada kak @omnduut, secara kita sekamar loh hahaha
#JanganPiktorPlease...
“udah jam 5 pagi kok man “ jawab kak @omnduut
“kakak sudah mandi belooaaaaaaooom....” bertanya masih dalam
keadaan menguap
“udah kok man” sahutnya..
“Waduh... cuss aku mandi dulu ya kak...”, langsung ku sibakan
selimut dan kuraih handuk.. lalu kuputar lagu Cheer Up by Twice sebagai
penyemangat mandi di pagi hari..
Karena info dari om @Yopiefranz
kita kumpul di lobby hotel pukul 05:30 WIB, makanya aku begitu bersemangat kita
terbagun pada hari itu, tentunya sudah menyiapkan apa saja yang perlu dibawa
selama perjalanan menuju ke Gunung Anak Krakatau.. “Today It’s Gonna be a great day.. yihaaa..” #KataHati
Setelah temen-temen TBC (Team
Blogger Chebox) sudah berkumpul pagi-pagi sekale, kita langsung menuju ke Lapangan Kopri Komplek Perkantoran Gubernur
Provinsi Lampung. Setibanya disana sudah berjejer rapi 3 bus gede yang siap
menghantarkan kami dan teman-teman peserta lainya menuju ke Dermaga Pantai Sari
Ringgung. #Eittss tapi tunggu dulu... “mana
yang lain.. kok sepi.. sepi dan sendiri... aku benci.. bikin bingar aku mau ke
pantai.. eh ke pasar.. hahaha”.. dari pada lama menunggu mereka yang tidak
tepat waktu sesuai dengan yang dijadwalkan EOnya, hmmm EOnya sendiri bingung
yang mana, soalnya tidak ada yang memperkenalkan diri gitu.. *aku sok-sok jual
mahal* #plaaak hahaha..
Ya udah deh.. dari pada bengong..
Hal yang paling menyenangkan bila berkumpul bersama para blogger adalah
mempunyai hobi yang sama dan apa yang kita lakukan di pagi-pagi yang masih
digoda dengan kabut tipis ini.. “eh ayok
kita foto, disana ada pamflet gede Festival Gunung Anak Krakatau tuh..”
seketika mbak @travelerian mengucapkan sebuah kata mantra yang membuat kami
semua berkumpul secara sukarela dan berpose ala kadarnya... jepret 1.. hmmm
kurang.. jepret 2... hmm kurang juga.. lagi deh lagi... mulai dari kamera dsrl,
kamera action, kamera hape untuk berwefie-ria pun tak ketinggalan.. tongsis..
mana tongsis... *arahkan pandangan ke kamera* #Pose
Tak sadar ternyata para peserta
lain udah bermunculan, kami pun mulai menaiki bus urutan nomor 1 berdasarkan
ketepatan waktu, oh iya.. dari jadwal paginya aja udah telat berapa jam (-_-“)
hmmm.. padahal yang aku denger EO Lampung Krakatau Festival 2016 ini dari EO
yang tersohor namanya (-_-“) tapi aku beneran gak tau namanya dan gak pernah
denger huahaha.. maklum aku hanya remahan roti dari kisah Hansel and Gratel.
”GANTUNG” DI PANTAI SARI RINGGUNG..
“Kau menggantungkan hubungan ini... kau acuhkan aku tanpa sebab..
houwoooo” – dengan suara emas yang sedikit mengandung merkuri kusampaikan
isi hati ini.. *kemudian di blacklist oleh EO-nya* #SekilasCurcol
Wuaaah.. Pantai... *ku arahkan
pandangan ku jendela* .. entah kenapa kalo moment-moment begini selalu merasa
menjadi bintang video klip gitu hahaha..
dan entah sekarang udah jam berapa aku gak peduli.. yang penting
pantaiiii... aku datang...
Seketika bus berhenti.. aku
langsung turun dengan tampang excited berlari kesana-kemari seperti anak-anak
kecil yang dibiarkan orang tuanya keluyuran, dan tak lupa to take a selfie and
wefie and many more... dan ada saja sudut-sudut pantai yang seolah memanggilku
untuk berfoto disana..
*lagi asik rekamin dan ambil foto
rumput ilalang dengan background pantai* “aduuuh”
ucapku lirih ke imut-imutan.. ”eh sori
sori..” ujar seseorang, lalu kulihat mukanya dan ternyata.... ada kak
@takdos blogger kece yang pernah bareng di event GMT Wonderful Sriwijaya,
huahaha ...ternyata dirinya sengaja menabrakan dirinya kepadaku, seperti
cerita-cerita di sinetron indonesia gitu..
Setelah menunggu ini dan itu,
lalu mendengarkan ini dan itu *aku udah gak konsen lagi*, lalu ketika mulai
diarahkan naik ke perahu untuk menyebrang ke kapal gede gitu aku langsung
tancap gas, tentunya bareng temen-temen blogger, dan aku gak mau dipisahin
meskipun beda perahu dan beda kapal, aku mau kita selalu bersama dalam kondisi apapun
juga #Eaaaaa..
Kulihat dari kejauhan ada dua
kapal ferri yang megah dan menawan menarik perhatianku, apakah aku akan menaiki
kapal itu.. huwooo... tapi.. apa yang dilakukan oleh kapal kayu disekitarnya..
hmmm *mulai mencurigakan*.. padahal pesertanya banyak tetapi EO-nya hanya
menyediakan kapal yang bekecepatan terbilang kece hanya dua, dan sisanya kapal
kayu dengan kecepatan minim cahaya, jadi hanya ada 3 kapal loh (-_-“) padahal
pesertanya banyak.. (lagi-lagi EO-nya.. huuuffttt..)
Apapun itu Kapalnya yang penting
sampai ketempat tujuan.. dan tetap positif.. mari nikmati laut dan
pemandangan.. *jepret sana-sini sibuk mendokumentasikan perjalanan* yeaaay...
(meskipun tidak terdapat jaket pelampung)..
30 menit kemudian... *masih asik
merekam, dan tetap jepret-jepret laut*
1 jam kemudian... *still...*
2 jam kemudian... “hoaaaaaaaam... hmm.. sepertinya aku bobok
duyu ah..”
3 jam kemudian... “udah sampai belom ya.. ??? hmm kayaknya
belom.. tidur lagi deh..”
4 jam kemudian... *terbangun
karena lahvar*.. “kak @omnduut nasi kita mana ya...?” dengan tampang mata yang
masih sembab sayu memelas gitu.. “abis man.. kita gak kebagian, EOnya ngasih
nasi kotaknya kurang”.. ohmaigat... (-_-“) EOnya gimana sih.. kok tega ya *muka
cedih*.. ada 5 temen blogger termasuk daku menjadi korban EO.. oalaah..
okelah.. yang penting Gunung Anak Krakatau udah deket, toh lapar bisa
ditahan... #menahanHawaNafsu #PuasaKale..
GUNUNG ANAK KRAKATAU YANG PENUH DRAMA
*menginjakan kaki di Gunung Anak
Krakatau*
Huwoooo... pasirnya hitam.. dan
panas.. *mungkin efek sinar matahari kali ya* yang penting pantai.. yeeee
*lari-lari kecil di pantai* #Kegirangan #LupaBahwaKelaparan #BahagiaItuSederhana
Perasaan oleng masih terasa kalo
berhenti berjalan, apalagi waktu istirahat sekitar 10 menitan di plataran kecil
gitu, lalu.. gak buang-buang waktu karena kami peserta terakhir yang sampai ke
Gunung Anak Krakatau.. yaiyalah yang terakhir hahaha.. toh beda jarak tempuh
dengan 2 kapal lainnya aja 2 jam.. ckckck.. EO-nya ini bikit kezeeeel deh.
Mulai memasuki pintu menuju jalur
daki Gunung Anak Krakatau, ku mantapkan kaki melangkah menikmati sudut pandang
hutan yang didominasi kayu pinus, serasa kaya dihutan-hutan film twilight gitu
hahaha.. *lagi-lagi baper serasa jadi pemain film*.. dan tentunya tetap
jepret-jepret sepanjang perjalanan.. bahkan aku baru menyadari setelah mbak
@adventerose menjepret daku dari belakang, ternyata tas yang kubawa mirip
dengan mode tas di permainan Pokemon Go yang dipakek oleh Pokemon Master
hahaha.. kan aku memang Pokemon Master.. andai saja jaringan Internet di Gunung
Anak Krakatau lancar jaya, pasti perjalan lebih asik karena bakalan banyak
nemuin Pokemon rare alias pokemon langka, secara di pulau terpencil dengan
unsur api didalamnya, pasti banyak Pokemon bertipe api disini.. Oalaaaah
#MulaiBaper #TerbawaSuasana
Entah bagaimana ceritanya
tiba-tiba teman seperjalan untuk menuju puncak pertama Gunung Anak Krakatau
menjadi bareng dengan mbak @Rossanasimanjuntak, entah kita ngomongin berbagai hal,
dan tentunya ketika lelah 20 kali melangkah, stop.. istirahat.. lalu selfie,
trus saling jepret-jepretin, liat hasil, kalo kurang fotoin lagi.. lanjut jalan
20 langkah... liat background belakang ternyata laut telah terlihat, stop..
istirahat, lalu selfie, trus saling jepret-jepretin lagi.. jalan lagi 20 langkah... ada pohon dan batu
tempat duduk yang instagramable.. hal yang sama pun terjadi.. hingga tak terasa
kami sudah di puncak pertama Gunung Anak Krakatau Yeeeee.... #SekaliLagi
#RasaLaparItuHilang
Bener-bener dah.. rasa capek
ngos-ngosan keringat bercucuran, laper, haus, lelah.. semua itu beneran ilang
(tapi sejenak ya..) pas diatas puncak.. angin berhembus diatas puncak.. suara
deru ombak dari kejauhan, angin yang berselip diantara dedaunan... perasaan ini
bikin PW dan rasanya gak mau turun.. tapi tak berlangsung lama ketika ada suara
dari EOnya meminta untuk turun segera.. *seketika bete itu datang kembali*.
Setelah kami berkumpul lagi
(maksudnya Team Blogger Chebox) dititik pertemuan dijalur pendakian Gunung Anak
Krakatau *dibawah pohon berteduh gitu*, kita langkahkan kaki bersama-sama
menuju pondok yang ada di dekat pantai untuk beristirahat.
Ketika tiba di pondokan semacam
basecamp di Gunung Anak Krakatau gitu, tiba-tiba ada EOnya yang berbaju
kotak-kotak (maaf mas lupa namamu hehehe), menawari kami untuk makan (kami
disini maksudnya 5 orang yang tidak dapet makan diatas kapal kayu tadi)..
huwooo nah gitu donk.. akhirnya... makan juga.. aku.. kak @omnduut @ariepitax
@hariTJ dan om @yopiefranz langsung masuk pondokan itu.. kami disediakan nasi
hangat, ikan goreng, telor goreng dan sambal.. huaaaaahh ini lebih dari cukup
dan rasanya enak banget.. #EfekKelaparan #MakanBareng
Belum selesai makan, tiba-tiba EO
mas-mas berbaju kotak menghampiri kami dan bilang nanti cepat-cepat selesaian
makan dan packingnya, karena pulang bakalan naik ke kapa ferri yang butuh waktu
2 jam saja untuk pulang.. horeeee (^o^”).. waaah.. ini sungguh ending yang
sesuatu..
“ayo.. kapalnya mau siap-siap
berangkat” ujar EOnya..
Dengan hati gembira ku turun
langsung bersama teman-teman blogger bersiap-siap menuju pantai untuk menaiki
perahu kecil yang menghantar ke kapa ferri itu, hufftt.. kesian om
@yopiefranz.. dirinya baru makan 2 atau 3 suap gitu, buru-buru lagi.. hmm yang
penting kita bisa pulang..
Tapi setelah kami sampai di
Pantai.. tiba-tiba kapal gede dengan kecepatan pulang 2 jam itu pergi
meninggalkan kami di pantai.. lalu... “maaf ya pak.. tiu kapalnya sudah over
capacity banget”- ujar mbak-mbak EO yang penampilanya paling nyentrik dan
mukanya paling ngeBetein dari pagi aku ngelihatnya udah gak srek deh
#MbakItuSudahAkuTandai hahaha..
Toh mbak kalo emang sudah
kelebihan, kenapa peserta lain dijejelin kedalam kapal tersebut, dan kenapa
kami masih ditawarin dengan manis untuk menaiki kapal tersebut.. jadi maksud
ngana apa wahai mbak EO yang terkenal... #MulaiLapar.. #MulaiLapar...
Trus gimana kami pulang? yang
tersisa di pulau Gunung Anak Krakatau yang masih aktif ini.. hanya Team Blogger
Chebox yang selalu bersama-sama kemana-mana di event #LampungKrakatauFest 2016
ini.. dan EO-nya yang s*p**k itu.. masa EO yang terkenal katanya tapi gak bisa
menghandle #LampungKrakatauFest dengan agenda ke Gunung Anak Krakatau ini..
preeeet.. hahaha..
Kami pun ditinggal oleh EOnya
yang mengendarai kapal karet dengan mesin semeriwing membelah lautan.. dengan
menunduk sedih (hmm sebenernya temen-temen.. aku mah masih girang lari-lari
dipantai buat rekaman pribadi hahahha) lalu datanglah Kapal Kayu yang sedari
awal nampak dari kejauhan dan mendekatkan diri kepada kami.. apakah ini yang
dinamakan jodoh dengan Kapal Kayu.. lalu.. bagaimana kisah kami melewati
malam-malam yang panjang dan menegangkan membelah laut demi untuk pulang ke
dermaga Pantai Sari Ringgung??? (kebetulan waktu ditinggal EO di Gunung Anak
Krakatau udah sore vrooh).. #Bersambung
kisah ini dirangkum kedalam vlog :D cekidoooot...















