LEMBAGA PERWAKILAN

01.46.00


Lembaga Perwakilan

Demokrasi tidak mungkin diterapkan secara langsung
•          Wilayah yg luas
•          Jumlah penduduk yg semakin bertmbah
•          Masalah-masalah kenegaraan makin rumit dan pelik
Karena itu demokrasi dilakukan dengan tidak langsung melalui wakil-wakil yg ada di lembaga perwakilan.

Lembaga perwakilan lahir di dlm praktik di Inggris
•          Perwakilan lords
•          Menjadi badan permanen yg disebut Curiaregis
•          Berkembang menjadi house of lords
•          Kemudian diadakan perwakilan kaum menengah dan rakyat umum yg disebut Magnum consilium
•          Kemudian magnum consilium menjadi house of common
•          Gabungan kedua jenis lembaga inilah biasanya disebut dengan parlemen

Sifat perwakilan:
•          Perwakilan politik  -perwakilan yg dibentuk melalui pemilihan umum-
•          Perwakilan fungsional –perwakilan yg didasarkan kepada pengangkatan-

Parlemen:
•          Satu Kamar (unicameral System)
•          Dua kamar (bicameral system)

Fungsi Lembaga Perwakilan :
  1. Fungsi legislasi (legislation)
  2. Fungsi pengawasan (Controlling)
  3. Fungsi Angggaran (Budgeting)
Hubungan wakil dengan konstituen:
•          Teori Mandat
•          Teori organ
•          Teori sosiologi dari Rieker
•          Teori Hukum Objektif Leon Duguit
•          Teori Gilbert Abcarian
•          Teori Hoogerwerf

Teori Mandat:
•          Mandat Imperatif
                wakil bertugas dan bertindak sesuai dengan instruksi yg diberikan oleh konstituennya
•          Mandat Bebas
                wakil dapat bertindak tanpa tergantung instruksi konstituen atas nama konstituen
•          Mandat representatif
mandat rakyat diberikan kepada lembaga perwakilan, sehingga wakil sebagai seorang individu tidak terkait dengan konstituen

Teori organ:
                Lembaga perwakilan memiliki hubungan yuridis dengan rakyat dalam hal pemilihan dan pembentukannya,  sehingga ketika lembaga perwakilan terbentuk maka rakyat tidak perlu turut campur sehingga lembaga tersbut bebas menjalankan fungsinya.

Teori sosiologis Rieker:
•          Lembaga perwakilan adala bangunan sosial bukan bangunan politis
•          Yg dibentuk berdasarkan kepentingan-kepentingan masyarakat
•          Mencerminkan lapisan-lapisan masyarakat

Teori hukum objektif :
•          Didasarkan pada solidaritas
•          Solidaritas ini menjadi dasar terbentuknya  suatu hukum yg disebut hukum objektif
•          Hukum objektif tsb membentuk lembaga perwakilan, yg berakibat:
a.       Rakyat harus ikut di dlm pmbentukan lembaga perwakilan melalui pemilu
b.      Kedudukan hukum wakil dan konstituen didasarkan hukum objektif
c.       Wakil harus menyesuaikan tindakannya dengan kehendak pemilih

Teori Gilbert Abcarian :
•          Wakil bertindak sebagai wali (trustee)
–        wakil bebas bertindak tanpa perlu berkonsultasi dengan konstituen
•          Wakil bertindak sebagai wakil (delegate)
–        Wakil bertindak atas dasar instruksi konstituen
•          Wakil bertindak sebagai politico
–        Wakil bertindak sesuai dengan issu yg sedang dibahas, bisa sebagai trustee atau delegate
•          Wakil bertindak sebagai partisan
–        Wakil bertindak sesuai dengan instruksi dan program partai politik

Hoogerwerf :
•          Delegate
–        Wakil harus bertindak sesuai dengan instruksi konstituen
•          Trustee
–        Wakil bertindak atas kehendak sendiri
•          Politicos
–        Kadang bertindak sebagai trustee atau sebagai delegate
•          Kesatuan
–        Anggota parlemen dilihat sebagai wakil seluruh rakyat
•          Diversifikasi
–        Wakil dilihat sebagai wakil kelompok teritorial, sosial atau politik tertentu

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Twitter

Subscribe