Suratku untuk dimas (dia butuh uluran tangan kita)

19.35.00



Aku bingung ketika harus memulai  paragraf ini. Tapi, melalui surat singkat yang aku buat, ingin kusampaikan perkenalan singkatku dengan seorang anak yang separuh wajahnya habis dimakan tumor. Ia terkena tumor sejak ia lahir dan sampai saat ini sudah memakan hampir separuh wajahnya.

Namanya dimas, ia anak yang berumur 7 tahun dan tidak bersekolah. Tumor yang menghinggapi wajahnya telah membuat ia tidak dapat bersekolah dan dijauhi oleh teman-temannya. Secara pribadi, ketika pertama aku melihatnya, kesedihan muncul didalam diriku. Laksana  pohon yang tumbuh dipadang tandus dan merasakan panasnya matahari saat ia mulai rapuh. Entah bagaimana kulukiskan kesedihan hatiku secara mendalam saat menatap dirinya yang seolah kehilangan jati diri.

Ayah dan ibunya yang bekerja sebagai buruh hanya mampu memberi makan sehari-hari tanpa mampu membawa anak ini kerumah sakit. Dan semakin hari, saat tumor membuat wajahnya semakin rusak dan menggelambir, masyarakat disekitarnya hanya mampu menatap sedih anak ini. Tanpa mampu memberikan uluran tangan guna membantunya sembuh dari penyakit tumor yang merenggut sebagian wajahnya.

Saat kudatangi rumah anak ini, terlihat kesederhanaan yang menghiasi tiap nafas-nafas  hidup keluarganya. Ibunya menangis saat kusampaikan keinginan hatiku membantu. Tanpa embel-embel apapun. Hanya hati nurani yang berbicara dan nilai kemanusiaan yang menghantui diriku.

Nanar wajah bahagia bercampur haru ibu dan neneknya mendengar keinginanku untuk membantunya. Seolah bisikan bidadari langit yang terbang bagai burung, menyusuri lembah-lembah dan hutan belantara mendengar keinginan tersebut. Beribu harapan, berjuta impian dan keyakinan atas kesembuhan anak ini.
Saat ini Ia tinggal didaerah macan lindungan, komplek BSI blok C2 No 14, daerah Bukit, Palembang, Sumatera selatan. Dan Dengan semua kepolosan bocah cilik, kulihat sebuah harapan yang kabur karena penyakit yang menimpa dirinya. Kekesalan ia pada Tuhan yang seolah tidak berlaku adil padanya. Ia lunglai karna penyakit, ia lemah dengan kondisi dirinya yang semakin memburuk tanpa tahu harus berbuat apa.

Oh dimas, percayalah padaku bahwa hari-hari kelammu akan berlalu dengan uluran tangan saudara-saudaramu yang akan terus membantu. Doaku akan terus menyertaimu.

Bantuan saudara-saudara sekalian bisa dikirim melalui  rekening BNI 0235051334 Atas nama Muh. Zainul Arifin, atau kontak kami di nomor telp 085643392643 (Zainul/ Akim).
Palembang, 22 januari 2012

You Might Also Like

10 komentar

  1. astafirullah, saya gak sanggup melihat fotonya sobat, betul-betul membutuhkan uluran tangan kita sobat.... klo mau nyumbang kema sobat???

    BalasHapus
  2. say amiris sob melihat anak ini :'( sedih banget.. kalo berkenan silahkan bantu lewat rekening yang diatas.. kami juga lagi ngumpulin dana dijalan-jalan dan nyari sumbangan dermawan.. doakan ya sob :')

    BalasHapus
  3. semoga penggalangan dananya cepet terkumpul amien o:)

    BalasHapus
  4. izin share dan izin ambil fotonya untuk disebar lebat buletin jumat..

    BalasHapus
  5. mohon izin mengcopy artikel ini u/ kami posting di blog kami & akan tersebar melalui beberapa halaman maupun group fb kami, trims

    BalasHapus

Popular Posts

Google+

Twitter

Subscribe